Kamis, Juli 9

++ Yellow Stripes on Contreng Day ++

Sama sekali bukan simpatisan sebuah partai atau seorang calon, jika aku memakai baju nuansa kuning pada hari pemilihan presiden. Netral. Sungguh.

Suket Yellow Stripes, Glass Necklace, Red Belt, Toraja Bracelet, 61 Jeans, Bali Sandals, DIY Bag.

Abiz contrengan (bahasa apa ini?), pergi deh kita ke House of Donatello di Jl. Magelang. Maksud hati cuma mau nganterin Bapak cari sepatu sandal. Tapiiiiii...pulang- pulang tentengannya kok banyak ya?? Intinya semua makhluk ini membeli alas kaki.

Suka dengan model depannya, tapi tidak untuk high heelsnya :-

Lucuw sekali bola- bola perak ini...

Bergaya di depan sepatu- sepatu cantik

Finally
Smart Shopping Girlz... Cheerz, +D+

++ Yudhoyono Terdepan ++

Yak..judul di atas adalah kutipan headline Kompas edisi 9 Juli 2009. Mengenai hasil pemilu kemarin, berbagai lembaga survei menempatkan kubu SBY- Budhiono sebagai yang terdepan. Dari hasil quick count, SBY jauh meninggalkan lawan-lawannya yakni lebih dari 50% suara. Jika pada akhir penghitungan suara KPU Nasional sama dengan hasil quick count, berarti besar kemungkinan pemilihan presiden hanya 1 putaran saja. Huraraaayyy...
Anyway, SBY- Budhiono sebaiknya jangan di atas angin dulu, sebaliknya Megawati- Prabowo dan JK- Wiranto masih memiliki harapan kok ini kan belum final. Gpp kok kalau mau menyiapkan manuver- manuver politik, hehe. Bersiaplah mendapatkan sesuatu yang buruk, saat kalian mengharapkan yang terbaik.
Buat aku pribadi, siapapun yang terpilih, mereka punya beban moral lebih untuk mewujudkan visi dan misi yang mereka janjikan kepada kita (baca : rakyat). Harapanku sih enggak ada namanya lari dari tanggung jawab. Aku rasa semua masalah rakyat Indonesia bisa teratasi, asal ada kemauan dan solusi- solusi sistematis. Iya, aku lihat sepertinya penyelesaian kasus- kasus yang ada enggak selesai- selesai karena enggak sistematis ngerjainnya. Kekurangan dana jadi alasan, tapi korupsi jalan terus. Makanya, rakyat sebisa mungkin harus ikut mengawasi jalannya pemerintahan dan semua penyelesaian kasus- kasus yang ada. Pemerintah perlu kok mendapatkan kritik (yang membangun pastinya). Yah, itung- itung kita sebagai watch dog.
Selamat buat pemenang pemilihan presiden!!!
Tak lupa selamat buat kita semua yang ikut menyemarakkan pesta demokrasi Indonesia 8 Juli 2009 kemarin.

My sista and me. Vote for Indonesian President.
5 minutes for 5 years.
Cheerz, +D+

Senin, Juli 6

++ When Pink Close to Green ++

Bongkar- bongkar lemari, aku menemukan short hijau dari Bali. Lucu ternyata. Padu padan short hijau dengan stripes pink tank top, so cute, I think ;-)

Bali's Short, Unbranded Stripes Pink Tank Top, Mom's Scraf, Dad's Watch

Amanda Jane's Gladiator

Let's go to the beach!!

Cheerz,

+D+

++ Museum Affandi ++

Seumur- umur aku tinggal di Jogja, aku belum pernah berkunjung ke Museum Affandi. Liburan kali ini aku menyempatkan diri ke sana, bareng dengan sepupu- sepupuku. Sekalian menggalakan visit to museum!! Singapore aja punya program itu, masa kita enggak ya???Museum Affandi ada di Jalan Laksda Adi Sucipto 167, Yogyakarta. Deket- deket lah sama JB (De Britto College), sejalan kalau mau ke Amarukmo Plaza, dan tepat bersebelahan dengan sungai Gadjah Wong. Tiiket masuknya Rp 20.000,- itu termasuk kunjungan ke 4 buah galeri, softdrink di Loteng Cafe, dan souvenir.

Etnic Pencil as a souvenir.
Galeri I memiliki bentuk yang unik, yakni bentuk pelepah daun pisang, warnanya pun hijau. Galeri- galeri di Museum Affandi sangat sederhana, tetapi citarasa seni tetap ada. Galeri I menampilkan hasil karya Affandi yang legendaris. Makanya di ruangan ini kita dilarang untuk memotret apalagi menyentuh lukisan. Di tengah galeri ada mobil tua milik Affandi yang ikut dipamerkan. Warnanya yang ngejreng kuning- hijau menggelitik pengunjung untuk melongok isi mobil itu. Masih asli seperti dulu.
Keluar dari Galeri I kita menuju Galeri II. Arsitekturnya tidak jauh berbeda dibandingkan dengan arsitektur Galeri I, pelepah daun pisang. Oya arsitektur seperti itu, Affandi sendiri loh yang mendesain, tanpa campur tangan ahli arsitek sedikit pun. Galeri II ini berisi hasil karya Affandi beserta pelukis terkenal lainnya seperti Kartika Affandi, Didiet, serta pemenang- pemenang lomba lukis peringatan 100 tahun Affandi.
Galeri III dibangun oleh Yayasan Affandi dan berhasil diselesaikan pada tahun 1999. Galeri ini didirikan untuk memenuhi permintaan terakhir Affandi yang ingin memiliki tempat yang cukup untuk menyimpan hasil kerja dan seluruh koleksinya. Namun ada pula hasil kreasi dari Maryati istrinya. Bukan lukisan memang, namun kreasi kriya dari sulaman- sulaman benang yang membentuk suatu dimensi lukisan.
Galeri IV atau yang disebut Studio Gadjah Wong, menampilkan lukisan- lukisan sanggar. Studio ini merupakan sanggar lukis, jadi banyak terpampang lukisan- lukisan anak- anak. Ada pula lukisan- lukisan yang lebih ‘serius’ oleh elukis- pelukis yang karyanya ada Galeri II. Misalnya lukisan Didiet, btw karena gag ada tour guidenya, aku gag tw Didiet itu siapa?hehe...
Anyway, kalau mau belajar tentang seni, Museum Affandi merupakan salah satu tempatnya. Capek jalan- jalan, kita bisa istirahat di Cafe Loteng, tempatnya yang sejuk membuat kita bisa berlama- lama di cafe. Museum Affandi memang penuh dengan tanaman. Bagus sekali di lihat dari kejauhan. Cafe ini tidak hanya untuk pengunjung museum, pengunjung umum pun bisa datang kemari. Selain itu, disini juga ada Guest House, bisa nginep sekalian ney...

Ini dia loteng Museum Affandi yang terkenal itu.
Bagus banget pemandangan dari atas.
Buat yang mau lebih banyak tentang Museum Affandi klik aja di Museum Affandi Yogyakarta baiknya, langsung aja kesini!!! Happy Holiday!!
Cheerz,
+D+

++ Affandi Style ++

Liburan, berkunjung ke Museum!! Tujuanku kali ini ke Museum Sang Maestro dunia, AFFANDI. Look at my style...

Aero 3/4 Trousers, Unbrandes Shirt, Dad's Watch, DIY Necklace, DIY Bag, Airwalk Shoes

Cheerz,

+D+

++ House Of Raminten ++

Sore- sore bingung mau menghabiskan malam di Jogja? Dateng aja ke House of Raminten di Jl. FM Noto 7 Kotabaru, persis di samping Mirota Bakery. Tempat ini tergolong baru sebagai tempat nongkrong, belum ada setahun setauku. Beberapa teman yang udah pernah kesana merekomendasikan tempat ini. Tapi baru kemarin aku bisa dateng kesana. Itu pun karena ada Inez sepupuku yang lagi liburan ke Jogja. Habisnya bingung deh mau diajak kemana lagi.
Awalnya aku kira HOR cuma jualan jamu, ternyata enggak. Konsepnya mengkolaborasikan angkringan sego kucing dengan kafe- kafe modern, dengan tidak meninggalkan nuansa Jawanya. Jadinya ya seperti HOR. Bangunan rumah Belanda yang disulap jadi arena nongkrong. Setauku, HOR itu dulu rumah tinggal pemilik Mirota Bakery –tepat bersebelahan--. Tapi (mungkin) karena lokasinya yang strategis, akhirnya rumah itu dijadikan tempat usaha sekalian. Iya, lokasinya di tengah kota, deket kalo mau kemana- mana, ke Malioboro 10 menit, ke Tugu 5 menit. Deket pula dengan kos- kosan, karena di daerah Kotabaru memang ada beberapa sekolah dan asrama,misal SMA Stella Duce 1, sekolahku dulu, hwehwe...tambah jago aja anak- anak itu nongkrongnya.

Menu yang kita pesan, dengan Rp 39.000,- udah kenyang banget.
Aku, Inez, dan Titok datang sekitar jam 7 malam, dan HOR udah rame banget. Sempet keder kalo gag dapet tempat. Masuk gerbang udah mencium aroma- aroma dupa dan di tengah penerangan yang minim kita bertiga muter- muter cari tempat. Film yang diputar big screen di halaman belakang membuat lokasi itu penuh. Akhirnya kita keluar melongok- longok lagi, dan menemukan tempat lesehan di pojok bangunan. Lokasi tempat duduk kita tepat bersebelahan dengan kereta kuda. Kereta kuda itu entah dapat dari mana, yang pasti di bawah kereta ada semacam sesajen bunga- bungaan dan dupa. Wanginya semerbak bak lagi di Keraton.
Ada banyak hal yang unik di HOR, selain dupa dan temaram lampu, waiter/waitrees berbusana ala Jawa yakni pakai kain dan kemben/ kebaya, macam nama makanan dan minumannya pun aneh- aneh. Seperti susu prawan tancep, sate keong, sego kucing, wuah opo jal iki??Terus waktu kita pesan makanan/ minuman, waiter/waitrees akan kasih kita menu, bisa ditinggal bisa ditunggu. Lalu cara pesannya gag pake ditulis terus dibalikin lagi, tapi cukup diucapkan via HT alias PTT (Push To Talk) yang langsung terhubung dengan kitchen crew. Jadi kalo ada barang yang habis, langsung termonitor dan pengunjung bisa langsung ganti pesanan. Seperti aku yang kehabisan sate keong, wuahhh padahal lagi pengen.
Modernnya HOR ditandai dengan adanya big screen untuk memutar film di halaman belakang, terus ada TV layar datar di outdoor, dan yang gag ketinggalan wi-fi. Ini nih yang membuat pengunjung bisa berlama- lama main internet. Ngobrol pun bebas kesana kemari. Tapi malam semakin larut dengan penuh isi perut, pulang ahhhh....pastinya tanpa wajah yang bersungut!!

Cheerz,

+D+

++ HOR Style ++

Kemeja tanpa lengan yang kemarin aku make over, akhirnya ku pakai nongkrong di HOR, alias House of Raminten. menghabiskan malam bersama BFF dan Inez.

Lois Crayon Shirt, Dompet GARIS, Gelang Perak

Leaves Earings, St.Yves Green Shoes

Here...I am...

Cheerz,,

+ D+

++ Shirt, New Look ++

Aku paling suka belanja baju- baju 2nd. Dimana aja, mulai dari awul- awul di arena Sekaten, Gedebage di Bandung, dan pengen banget ke Pasar Senen di Jakarta. Senang banget rasanya, murah tapi meriah. Dengan dana minim bisa dapet banyak barang dan bagus- bagus pula. Bayangin aku bisa dapet jaket atau dress dengan merek Burberry, GAP, Ralph Laurent, Lois, dengan harga Rp 20.000,-. Ohhh...puassss banget.
Kalo di Jogja namanya awul- awul, aku biasa beli pas Sekaten. Nah, karena kemarin aku beli banyak, makanya sampe sekarang ada beberapa yang belum pernah aku pakai. Tapi, sebelum dipakai, untuk lebih fresh, aku bakal remake. Salah satunya yang di bawah ini. Kemeja tanpa lengan dari Lois Crayon.

Nih aslinya seperti ini. Lalu aku tambahin rantai dan manik- manik yang dijahit di kantong sisi kanan.

Jadinya seperti ini.

Lucu kan??
OK..make it by yourself too...HAPPY DIY yak!!
Cheerz,
+D+

Rabu, Juli 1

++ Hip hip Huray ++

Barusan buka email. And taraaaa... ms mora from Gogirl asked me again for Gogirl contributors. Owww..i'm really hectic for that. But, i guess, my blog or facebook unready for publication ;-(
Wait a minute, miss...
Btw, My Mom gave me a pair of etnic sandals.

so cute, huh?

cheerz,

+D+

++ Make Over ++

Hitung menghitung kepingan rupiah. Pengen banget make over rambut di musim liburan ini. Setelah cari- cari info, aku sudah memutuskan untuk berpenampilan seperti foto- foto di bawah.

Potongan layer seperti ini.

Dipadu warna brown cantik.

Oya, salonnya tetep John Saleh. Dibilang mahal, relatif, karena hasilnya juga bagus banget menurutku. Walaupun yang pegang asistennya. Anyway, Happy Holiday!!
Cheerz,
+D+