Tampilkan postingan dengan label Culinary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culinary. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 11

Jejamuran..

Cukup jauh letaknya dari pusat kota Yogyakarta. Tepatnya di daerah Sleman. Dari arah selatan, setelah perempatan Tridadi, Anda akan menemukan satu perempatan lagi. Jika belok kiri ke wilayah perkantoran Pemerintah DATI II Sleman, kalau lurus ke arah Muntilan, nah..Jejamuran yang belok kanan. Kira- kira 500 meter dari belokan, terletak di sisi kanan. Tenang..ada petunjuk jalan. Jangan khawatir tersesat.
Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal. Saya cukup mengeluarkan Rp 26.000,- untuk makan berdua :) Oya, pemilik resto ini tidak segan segan berbagi ilmu tentang jamur kalau kita bertanya budidaya dan khasiatnya. Mangtabss deh.. Someday, we'll back again!! Check this out for some photos.
Waaa.. slurp..slurp.. Jamur bakar pedas.
Jamur Goreng
Pepes jamur Shintake *sumpe pedesss*
The sight of that food makes me hungry!!
Budidaya jamur.
Oll rite..berencana untuk wisata kuliner?? hehe..will u join me? Stiill waiting :)

Rabu, Maret 10

Gudheg Mbak Sasha..

Ten minutes ago, i found my article for LIA wall magazine. It's about culinary. Check this out, darla...
GUDEG MBAK SASHA

Picture courtesy by jogjazone
Mrs. Sasha established GUDEG MBAK SASHA in the Gejayan in front of Mirota Gejayan,Yogyakarta. It will be open at 9 pm when the market has been closed.
Having good taste of the Javanese traditional food and delicious, gudeg Mbak Sasha with its guaranteed good taste is available. It is made of natural ingredient with no preservative, no coloring agent nor any other chemical material. Using the traditional, special processing technique makes and make it become practically exclusive gift for family, best friends and business partners.
Come and enjoy their service, facility, and tasted menu and find the familiar, warm, antiquated Javanese atmosphere in the Lesehan Gudeg Mbak Sasha.
:)

Jumat, Maret 5

Sudah Tutup

Namanya Hotaru. Letaknya di Gejayan. Tapi sudah tutup. Sedang cari cari resto Jepang yang menyediakan hidangan macam ini. Dimana ya....
Kalo ini..Niat mejeng doang di Gramedia. Heii sok sibuk ney kalian. hehe. Astrid Tehang. Paula Lopies. Place : Gramedia Sudirman Jogja.
Ah..gud Nite all. XoXo

Jumat, Juli 17

++ Roti Mandarijn dan Kue Siang- siang ++

Hurrayyy... di rumah ada kiriman makanan lagi!!! Dari siapa??hehehe, gag tau, ada aja di meja makan. Sikat!!
Cheerz, +D+

Selasa, Juli 14

++ Belgian Chocolate ++

Cihuyyy...I've got Belgian Chocolate from Daddy. Chocolate Pralines from Belgium "Governors's Chocolates". And you know? sea shells shapes are so cute....slurrp...slrupp...ready for it!!
Cheerz, +D+

Kamis, Juli 9

++ Ikan Bakar Cianjur ++

Lunch at IBC a.k.a Ikan Bakar Cianjur. Enak Banget. Apa lagi aku paling suka makanan Sunda, selain seafood dan chinesefood. Sorry, lupa buat foto makanannya, coz udah kelaperan banget, jadinya langsung sikatttt....

Top Roof IBC cabang Jogja. Kalau malem, asli keren. Someday, honey.

Lunch di IBC kemarin pesenannya adalah : - Pepes Nila,, yummy banget dan gag amis. Top pokoknya. - Lele Penyet,, ohhh enak banget. Pedesnya Mantapppp... - Cah Kangkung yang masih kriuk- kriuk - Jus Sirsak (Ibu), Jus Tomat (Bapak), Es Campur IBC (Intan), Es Cincau (Dian).
Wow hasilnya sangat mengenyangkan!!!!

Sikat habis...

Pulang dengan gembira.

Cheerz,
+D+

Senin, Juli 6

++ House Of Raminten ++

Sore- sore bingung mau menghabiskan malam di Jogja? Dateng aja ke House of Raminten di Jl. FM Noto 7 Kotabaru, persis di samping Mirota Bakery. Tempat ini tergolong baru sebagai tempat nongkrong, belum ada setahun setauku. Beberapa teman yang udah pernah kesana merekomendasikan tempat ini. Tapi baru kemarin aku bisa dateng kesana. Itu pun karena ada Inez sepupuku yang lagi liburan ke Jogja. Habisnya bingung deh mau diajak kemana lagi.
Awalnya aku kira HOR cuma jualan jamu, ternyata enggak. Konsepnya mengkolaborasikan angkringan sego kucing dengan kafe- kafe modern, dengan tidak meninggalkan nuansa Jawanya. Jadinya ya seperti HOR. Bangunan rumah Belanda yang disulap jadi arena nongkrong. Setauku, HOR itu dulu rumah tinggal pemilik Mirota Bakery –tepat bersebelahan--. Tapi (mungkin) karena lokasinya yang strategis, akhirnya rumah itu dijadikan tempat usaha sekalian. Iya, lokasinya di tengah kota, deket kalo mau kemana- mana, ke Malioboro 10 menit, ke Tugu 5 menit. Deket pula dengan kos- kosan, karena di daerah Kotabaru memang ada beberapa sekolah dan asrama,misal SMA Stella Duce 1, sekolahku dulu, hwehwe...tambah jago aja anak- anak itu nongkrongnya.

Menu yang kita pesan, dengan Rp 39.000,- udah kenyang banget.
Aku, Inez, dan Titok datang sekitar jam 7 malam, dan HOR udah rame banget. Sempet keder kalo gag dapet tempat. Masuk gerbang udah mencium aroma- aroma dupa dan di tengah penerangan yang minim kita bertiga muter- muter cari tempat. Film yang diputar big screen di halaman belakang membuat lokasi itu penuh. Akhirnya kita keluar melongok- longok lagi, dan menemukan tempat lesehan di pojok bangunan. Lokasi tempat duduk kita tepat bersebelahan dengan kereta kuda. Kereta kuda itu entah dapat dari mana, yang pasti di bawah kereta ada semacam sesajen bunga- bungaan dan dupa. Wanginya semerbak bak lagi di Keraton.
Ada banyak hal yang unik di HOR, selain dupa dan temaram lampu, waiter/waitrees berbusana ala Jawa yakni pakai kain dan kemben/ kebaya, macam nama makanan dan minumannya pun aneh- aneh. Seperti susu prawan tancep, sate keong, sego kucing, wuah opo jal iki??Terus waktu kita pesan makanan/ minuman, waiter/waitrees akan kasih kita menu, bisa ditinggal bisa ditunggu. Lalu cara pesannya gag pake ditulis terus dibalikin lagi, tapi cukup diucapkan via HT alias PTT (Push To Talk) yang langsung terhubung dengan kitchen crew. Jadi kalo ada barang yang habis, langsung termonitor dan pengunjung bisa langsung ganti pesanan. Seperti aku yang kehabisan sate keong, wuahhh padahal lagi pengen.
Modernnya HOR ditandai dengan adanya big screen untuk memutar film di halaman belakang, terus ada TV layar datar di outdoor, dan yang gag ketinggalan wi-fi. Ini nih yang membuat pengunjung bisa berlama- lama main internet. Ngobrol pun bebas kesana kemari. Tapi malam semakin larut dengan penuh isi perut, pulang ahhhh....pastinya tanpa wajah yang bersungut!!

Cheerz,

+D+